Pagi itu suasana rumah terasa sedikit berbeda. Tidak ada ketenangan lembut seperti hari-hari sebelumnya. Udara tetap sama, cahaya matahari tetap masuk melalui jendela besar ruang makan, tetapi ada sesuatu yang menggantung di antara mereka—sesuatu yang tidak terlihat, namun terasa jelas. Kirana sudah berada di dapur sejak pagi seperti biasa. Namun kali ini gerakannya tidak sehalus biasanya. Sedikit lebih cepat. Sedikit lebih kaku. Ia menata sarapan di meja makan tanpa banyak bicara. Piring-piring disusun rapi, teh hangat dituangkan, dan obat untuk Murni sudah disiapkan di tempatnya. Murni sudah duduk di kursinya. “Pagi, Kirana.” “Pagi, Mbak.” Jawaban Kirana singkat. Tetap sopan. Namun tidak sehangat biasanya. Murni memperhatikan sekilas, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Langka
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


