Bab 52

1345 Words

Udara malam di halaman belakang rumah terasa dingin dan sunyi. Lampu taman menyala redup, hanya cukup menerangi sebagian kecil halaman yang dipenuhi tanaman hias dan pohon-pohon tinggi di pinggir pagar. Suara kota hampir tidak terdengar di tempat itu. Hanya sesekali angin bergerak pelan melewati dedaunan. Tora berdiri sendirian di dekat meja kecil yang biasa digunakan untuk bersantai. Di tangannya ada segelas sampanye yang hampir tidak ia minumg. Di tangan satunya lagi, sebatang rokok menyala dengan bara merah kecil di ujungnya. Ia menghisap rokok itu perlahan. Asap tipis keluar dari bibirnya dan menghilang di udara malam. Beberapa menit ia hanya berdiri tanpa bergerak, menatap kosong ke arah taman yang gelap. Namun pikirannya jauh dari tenang. Pemandangan di ruang tengah tadi terus b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD