117 | Cinta dan Benci

2309 Words

Mas Jagat: [Pesawatnya mau lepas landas. Mas off dulu, ya. Selamat malam, titip kiss buat anak-anak.] Pukul setengah sembilan malam lebih sekian menit. Tadi menjelang magrib Seruni diantarkan pulang ke rumah Papi Galaksi. Suasananya berbeda setelah obrolan di ruang tengah. Jagat kembali berhati-hati, tetapi memang tidak berubah jadi dingin. Tampaknya sedang berusaha menerima kondisi Seruni yang berada di ambang masih cinta dan juga benci. Ingin, tetapi juga tak mau melukai harga diri luka. Seruni: [Iya, hati-hati.] Sudah ceklis satu saat Seruni memberi balasan. Dihelanya napas pelan, Seruni lalu menunduk. Beranjak ke tepi ranjang, yang semula di sofa. Seruni letakkan ponsel di nakas, lalu naik ke kasur, ikut berbaring seperti anak-anak yang sudah Seruni buat tidur. Ditatapnya mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD