104 | Sama Kamu

2010 Words

Seruni sedang maskeran sambil becermin. Terngiang obrolan tadi bersama Jagat soal calon. Sebenarnya ... calon itu belum ada. Seruni hanya terpikir saat Jagat mencintai Sierra, perjuangannya sampai sebesar itu. Ya, bukannya Seruni ingin diperjuangkan dengan cara serupa—sampai menyakiti hati orang lain, tidak. Hanya ingin mendengar kata-kata yang setidaknya cukup menghibur. Ditariknya napas panjang. Seruni duduk di tepi ranjang. Anak-anak sudah tidur. Seruni ambil ponsel. Dapat dia lihat ada chat masuk dari Jagat. Dikliklah itu. Mas Jagat: [Mas udah di rumah.] Mas Jagat: [Makasih untuk malam ini, ya.] Memangnya malam ini sudah melakukan apa? Hanya ngobrol. Itu pun Seruni masih ketus. Refleks dia scroll ke atas membaca-baca isi pesan yang pernah terjalin. Salah satunya adalah saat hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD