120 | Pengakuan

1400 Words

Seruni menoleh ke arah sodoran garpu yang Jagat dekatkan ke mulutnya. Posisi Seruni tadi sedang menatap ke arah Sierra, Jagat juga sempat melihat ke sana. Tapi kini tidak lagi. Jagat memandang Seruni, memberi suapan daging bebek goreng yang sudah dicocolnya ke sambal menggunakan garpu itu. "Enak, lho." Begitu katanya. "Itu mantan Mas di sana." "Yang di sini juga mantan," timpal Jagat. Eh, kok, kedengaran menyebalkan? "Maksudnya, aku sama dia sama?" "Jelas beda. A dulu, bebek gorengnya enak." Jagat goyangkan pelan garpunya. Detik di mana Seruni mencebik, lalu dia melahap suapan itu, di sana bertepatan dengan Sierra yang melirik. Romantis. Mungkin sudah rujuk. Demikian pikiran Sierra, lalu kembali fokus kepada pria di sisinya. Yang kini genggaman tangan dilepas, ganti dengan Sier

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD