143 | Pilihan

2211 Words

Keesokan pagi, kala anak-anak harus mulai pergi ke sekolah lagi. "Mami, kenapa kita halus cekolah, cih?" tanya Zero sambil memasang kaus kaki sendiri, tidak mau dibantu tadi. "Kok, kenapa? Kan, supaya pintar." Seruni sedang memakaikan rompi seragam sekolah di Zein. Ini masih hari Selasa, pakai rompi. "Di cekolah padahal nggak belajal, Mami. Tapi main. Ya, kan, Zein?" Zein mengangguk. "Waktu itu kita main pajel huluf, ya, Zelo?" Maksudnya, puzzle huruf. Dan itu dengan tujuan supaya belajarnya jadi seru, tetap anak-anak bisa tahu huruf dari permainan tersebut. Cara guru menyampaikan materinya adalah dengan hal-hal kreatif supaya fokus anak tidak buyar ke mana-mana, agar menarik, dan mereka tidak bosan. Seruni paham. "Iya. Telus ... telus, cuka nyanyi-nyanyi. Ini apa, ini apa, huluf I.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD