151 | Club Sosialita

2208 Words

"Nggak. Papi nggak culuh-culuh Zelo, kok, Mami." "Bohong." "Nggak, Mami. Ibu gulu bilang bohong itu doca, doca itu bica bikin kita macuk nelaka, ada kobalan apinya. Zelo nggak mau macuk nelaka, Mami. Nanti mateng di cana. Jadi Zelo nggak bohong." "Zein?" absen Seruni. Masih di malam yang sama. Bocah yang disebut namanya itu menggeleng. Mulutnya penuh dengan gigitan ayam krispi. "Nggak, Mami. Mami jangan mawah-mawah tewus, nanti cepet kewiput." Karena mulutnya penuh, huruf R yang biasa cadel jadi L pun kini auto ganti W. Jagat terkekeh, tetapi auto mingkem saat dapat delikan runcing dari istrinya. Lagi pula Jagat sungguh tidak mengompori mereka, kok. Namun, senang rasanya atas tingkah si kembar, serasa didukung dari ras terkuat di keluarga kecil—untuk saat ini adalah anak-anak karen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD