"Katanya nggak mau hamil?" "Bukan nggak mau, tapi belum mau." "Iya, itu," bisik Jagat. Dari tadi juga bicaranya bisik-bisik, sembari dia cium-cium wajah Seruni. Kadang mampir di telinga, rahang, lalu di bibir paling lama, dan turun ke leher serta dadaa. "Ini kamu nggak pa-pa?" Seruni menahan napas, agak tercekat dengan apa yang sedang Jagat perbuat menggunakan mulut—yang sesekali difungsikan buat bicara, tetapi sering menggigit atau mengisap. Ah, maaf. "Soal apa?" "Hm ...." Jagat mode sibuk. Seruni meringis. Menekan kepala Jagat untuk—you know-lah. "Hal-hal yang sedang dan akan kita lakukan sekarang." Seruni melirihkan desah. "Oh ... nggak pa-pa." Dijeda. "Aku juga lagi pengin," imbuh mami si kembar. Argh! Mendengar itu seketika kobaran api di dalam diri Jagat serasa disiram bensi

