"Tunggu dulu." Saat Jagat mau memagut bibir Seruni lagi. Bibir Jagat sampai dibekap oleh telapak tangan sang istri. "Masih belum selesai, ya?" timpal Jagat, tentang obrolan tadi. Melepas bekapan Seruni. Dipikir lagi, apa dirinya terlalu menganggap enteng masalah Seruni hingga begitu mudahnya mengalihkan ke persoalan di ranjang. Padahal jelas, Seruni pasti belum puas akan tanggapannya. "Aku masih perlu ngobrol soal ini." Oke, oke. Jagatnya saja yang terlalu gampang birahi—eh, maaf. Dia lalu berusaha untuk fokus pada dilema Seruni. Sepertinya memang tak cukup sekadar diberi dukungan, tetapi butuh respons yang membawa jalan keluar. Seruni bukan cuma mau disuruh mikir apa yang dimau setelah kepala dingin, tetapi dia ini sedang butuh validasi terkait apa pun keputusannya nanti. Ah, iya, J

