Biduk Rumah Tangga

1284 Words

Dua tahun berlalu, Airine menatap keluar jendela mobil, pandangannya kosong, sambil mendengarkan suara Zorion di sebelahnya yang dengan lancar membahas strategi investasi terbaru melalui earphone di telinganya. Dua tahun. Sudah dua tahun penuh mereka menjalani biduk rumah tangga. Waktu yang terasa seperti hembusan napas, penuh dengan tawa, kelembutan, dan cinta yang tak pernah surut dari mata Zorion setiap kali memandangnya. Namun, di balik kemewahan hidup mereka yang luas, di balik setiap pelukan hangat sebelum tidur, terselip sebuah kegelisahan yang semakin dalam menggerogoti hati Airine. Satu tahun, dan rahimnya masih saja sepi. Tidak ada janin yang tumbuh, tidak ada dua garis merah yang menjadi penantiannya setiap pagi. Mobil mewah itu akhirnya meluncur masuk ke dalam garasi base

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD