Kembali Bersama.

1087 Words

Saat Arman melepaskan ciumannya, ia menatap Alin dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku minta maaf, Alin. Aku benar-benar minta maaf,” ucapnya lirih, suaranya pecah oleh emosi. “Aku tidak bisa kehilanganmu. Aku tidak bisa kehilangan Davin … Aku janji akan berubah, Alin. Beri aku kesempatan…” Alin menunduk, matanya mulai memerah. Ia ingin membalas, ingin berkata bahwa semuanya baik-baik saja, tapi luka di hatinya masih terlalu segar. Air matanya akhirnya jatuh, namun ia tidak mengatakan apa-apa. Hanya tangannya yang perlahan membelai wajah Arman, memberikan sedikit kenyamanan di tengah keraguannya. Alin akhirnya berkata dengan suara bergetar, “Aku ingin percaya, Arman … tapi aku tidak tahu apakah aku bisa. Beri aku waktu.” Arman mengangguk lemah, tapi senyuman kecil muncul di wajahnya. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD