Rumitnya perasaan

1732 Words

“Abang…..,” ucapnya saat pintu terbuka. Kemudian terkekeh pelan yang mana membuat Jullian mengerutkan keningnya. Adiknya ini mabuk, bagaimana bisa dia melakukan ini disaat usianya bahkan belum menginjak 17 tahun. “Maaf, Bang. Tadi Ian salah minum. Kan ada pelayan yang ngirim minuman ke meja kita, ternyata itu salah tujuan. Tapi Ian yang abis manggung malah langsung minum.” Mendapatkan penjelasan dari sahabat Adrian sendiri. “Maaf banget inimah.” “Yaudah sini. thanks ya,” ucap Jullian mengambil alih adiknya. Pria itu menghela napasnya dalam ketika melihat sang adik terkekeh sendiri dan sesekali melirik pada Jullian. “Abang?” “Diem, Ian. Nanti Mommy sama Daddy denger. Udah untung abang yang bukain pintu.” “Mommy? Daddy?” Tanya dia dengan alis yang naik turun, merasakan tubuhnya ditarik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD