Sebuah Alasan (1)

1286 Words

"Makasih, ya, Liora. Karena kamu udah mau menemani saya makan siang." "Eh, kan, aku yang ditemenin sama kamu, Air. Kok malah kamu yang makasih? Harusnya, aku, dong? Makasih, ya." Air tersenyum, dia sekarang sudah berada di depan ruangan rawat mamanya lagi. "Kamu, nih, walau bagaimanapun pun kamu udah berjasa menemani saya dan bikin perasaan saya jadi lebih baik. Tandanya saya harus berterima kasih sama kamu, Liora." "Oh gitu… iya, deh." Liora tertawa pelan, suara tawa renyahnya itu membuat Air ingin selalu mendengarnya. Tanpa disadari sekarang Air sudah menggenggam tangan Liora. Gadis yang saat itu mengenakan blouse berwarna hijau mint dengan celana jeans dan rambut yang diikat bun, terlihat salting. "Liora, saya minta maaf karena nggak bisa izinin kamu masuk. Soalnya mama saya l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD