Private Room With Alvin

1550 Words

Ucapan Alvin menggantung di udara. Bukan keras. Bukan ancaman. Namun justru karena diucapkan dengan nada tenang, kalimat itu terasa jauh lebih menekan. Syafira menunduk. Jemarinya saling menggenggam di atas meja, berusaha menahan gemetar yang perlahan muncul. Dia tahu Alvin bukan pria yang mudah bicara tanpa perhitungan. Jika dia sudah mengatakan sesuatu, berarti dia benar-benar memikirkannya sejak lama. "Tapi, Mas. Aku tidak mau kamu ikut campur urusan rmah tanggaku dengan mas Haris. Biarkan aku memikirkannya dengan matang. Aku tidak bisa menerima kehadiranmu yang terlalu mendadak, Mas." Jawab Syafira lagi dengan menelan ludahnya, matanya memerah. Dia menyembunyikan mimik mukanya dalam-dalam. "Aku mencarimu selama ini, Syafira. Kau yang menghilang, kau yang berganti identitas. Kau piki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD