Bab 45

614 Words

Zoya kini sudah istirahat ketika mengobrol banyak dengan mertuanya. Anya sendiri turun ke bawah dan bergabung menemui besannya. "Kau temani istrimu, Zeyn! Dia sedang istirahat. Hanya saja mungkin dia membutuhkan sesuatu." Ucap Anya yang di angguki oleh Zeyn. Zeyn akhirnya masuk ke dalam kamarnya, di sana ternyata Zoya memang sudah tertidur. Dia melihat wajah Zoya yang masih belum terlihat ceria, bahkan di dalam tidurnya, dia merasakan jika Zoya masih menyimpan kesesihan yang mendalam karena kejadian kemaren menimpnya. Zeyn memegang tangan Zoya dan menciumnya. Dia juga mendekat untuk mencium keningnya namun membuat Zoya terbangun dan terkejut. "Maaf, Sayang! Aku hanya mencium keningmu." Zeyn panik karena takut Zoya akan mengamuk lagi nantinya. "Aku berjanji tidak akan melakukannya la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD