Jam 5 tepat, Luca tidak melihat tanda-tanda datangnya Kiara dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkannya. Dia mengira jika sepertinya Kiara tidak benar-benar ingin bekerja. "Fvckk!" Luca terkejut dan bahkan mengumpat ketika membuka pintu kamar hotelnya, ada Kiara yang berdiri tepat di depannya. Beruntung dia belum mengeluarkan senjatanya karena dia tadinya reflek ingin mengambil senjatanya yang ada di balik kaosnya. "Maaf, aku tidak bermaksut membuatmu terkejut," ucap Kiara yang sebenarnya tadi juga terkejut, lebih tepatnya dia terkejut karena umpatan Luca. "Kenapa kau berdiri di sini." Omelnya. "Aku menunggu kau keluar." Ucap Kiara yang membuat Luca menghela nafas panajngnya, dia melihat Kiara membawa koper yang sepertinya dia serius ingin ikut dengannya. "Kau tidak takut aku menjua

