Epilog: Tak Akan Ada Cinta yang Lain

650 Words

Raka berkali-kali melihat jam tangannya. Ia sudah tahu jam berapa pesawat yang membawa istri dan anaknya tiba dari Yogyakarta, tapi tetap saja ia gelisah. “Mama, itu Papa,” ucap Ans melihat ayahnya duduk di kursi sendirian. Citra menatap cemas suaminya. Ia tak melihat kursi roda yang biasa dipakai Raka. Dan sebagai gantinya ia melihat dua tongkat di dekatnya. Raka memang sudah mulai berlatih menggunakan tongkat, tapi tidak ketika di luar rumah. Citra bergegas cepat ke arah Raka duduk. Sementara Ans hanya tersenyum membiarkannya. Ia menghentikan langkah dan mengamati kedua orang tuanya dari kejauhan. “Abang,” Citra bersimpuh di depan suaminya. “Abang pakai tongkat? Sudah kuat kakinya?” tanyanya cemas. “Sayang,” Raka tersenyum mendapati wajah istrinya di depannya. Raka memeluk erat tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD