“Mika, ayo buruan. Kalau kesiangan ramai banget,” kata Banyu yang sudah siap dengan pakaian dan sepatu olahraganya. “Iya, ini Mika udah selesai. Kakak sabar bentar sih,” sahut Mika yang masih mengikat tali sepatunya. “Ayo,” kata Ans yang baru saja memasukkan kursi roda ayahnya. “Kakak yakin bawa sendiri?” tanya Citra memastikan. Ans mengangguk yakin. Dia sudah kerap dibiarkan menyetir ketika beberapa kali ikut ayahnya ke kantor. “Ans sudah tujuh belas, sudah punya SIM dan bawanya juga nyaman kok,” sahut Raka meyakinkan istrinya. Ans duduk di balik kemudi, dengan Banyu di sampingnya, sementara kedua orang tuanya dan Mika duduk di belakang. “Kakak kuliah mau bawa mobil?” tanya Banyu. “Enggak.” “Bawa aja, Kak. Nanti kalau kita ke sana kan ada mobil buat jalan-jalan,” sambung Mika. “

