47. Akhir Bersamamu

1607 Words

Palu hakim menghantam meja dengan bunyi yang menggema, mengakhiri segala harapan. "Terdakwa Alma, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Terdakwa Maya, satu tahun penjara." Teriakan histeris langsung menyayat udara. Moza seperti orang kesurupan, tubuhnya terguncang hebat sebelum nyaris roboh. "Tidak! Tidak mungkin! Mama!" Tangisnya pecah tak terbendung. Alma, dengan wajah yang tiba-tiba tampak sepuluh tahun lebih tua, dipaksa berdiri oleh petugas. Saat dia diantar keluar, Moza menerobos barisan bangku dan bergegas mendekat, tangannya terjulur. "Ma!" teriaknya dengan suara serak dan penuh keputusasaan. Alma menoleh, matanya yang lelah dan sayu memandang putrinya. "Tidak apa-apa, Nak," bisiknya, berusaha tersenyum namun yang terlihat hanya kerutan pahit. "Kau dan Diena ... harus bersatu.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD