Wajahnya langsung merah padam karena tersedak dan kaget secara bersamaan. Elang mengambil selembar tisu di atas meja lalu menyodorkannya pada Salsa tanpa ekspresi. "Minum pelan-pelan, Dokter Salsabila." Salsa merebut tisu itu dengan kasar. Dia mengelap mulutnya dengan tangan gemetar. "Bapak bercanda kan! Kursi aneh yang bikin aku jantungan pas pertama kali pindah ke sini itu hadiah dari klien Bapak?" "Saya tidak pernah bercanda soal aset dan pemberian klien," balas Elang mutlak. Salsa menelan ludah susah payah. Matanya melotot horor menatap suaminya. "Terus tadi dia telepon nanyain kursi itu? Bos besar perusahaan nanyain kursi gituan?" "Benar." Elang mengangguk kaku. "Beliau menanyakan apakah hadiahnya sudah kita gunakan." Salsa memejamkan mata erat. Rasa malunya rasanya sudah me

