Lampu meja di sudut kamar masih menyala terang, menyinari tumpukan berkas perkara yang berserakan di depan Elang. "Bapak udah sholat?" tanya Salsa, baru selesai wudhu. "Sudah, tadi saya ke masjid, Sayang," jawab Elang. Salsa tersenyum. "Oke." Pria itu tampak sangat serius menatap layar laptopnya, sesekali jemarinya membolak-balik lembaran draf pleidoi yang harus dia serahkan ke pengadilan besok pagi. Sebagai pengacara, ketelitian adalah segalanya, dan malam ini Elang benar-benar tenggelam dalam rentetan pasal serta argumen hukum yang sedang dia susun. Di sisi lain, Salsa baru saja menyelesaikan sholat. Dia melipat mukena putih itu dengan rapi dan meletakkannya di atas meja rias. Rambut panjangnya yang tadi tersembunyi kini tergerai bebas, sedikit berantakan namun terlihat sanga
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


