Salsa mendorong bahu Elang kuat-kuat. Napasnya tersengal. "Bapak gila ya? Saya sampai nggak bisa napas!" protes Salsa. Kakinya lemas, untung punggungnya menempel di lemari. Elang tidak mundur. Dia menatap Salsa tajam, wajahnya masih datar tapi napasnya juga memburu. "Ayo lakukan, Dokter. Saya sudah tidak tahan," ucap Elang jujur. Salsa melotot. Dia langsung menggeleng cepat. "Nggak! Jangan ngawur!" Salsa menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan. "Kalau nolak suami itu dosa, tapi saya nggak mau hamil! Kontrak kita cuma dua tahun!" Elang mendecak pelan, terlihat sedikit frustrasi karena ditolak. "Pakai kondom," jawabnya singkat. Salsa menurunkan tangannya pelan, menatap Elang curiga. "Emang Bapak punya?" Tanpa banyak bicara, Elang membuka laci nakas di samping tempat tidu

