Salsa menjejalkan kotak kado merah itu paksa ke dalam tote bag besarnya sampai resletingnya hampir jebol. "Pulang, Dok?" sapa perawat di depan pintu. "Iya, Sus. Duluan ya, titip pasien yang di bangsal melati," jawab Salsa sambil melambaikan tangan, lalu bergegas keluar. Sampai di lobi, langkah Salsa terhenti mendadak. Elang berdiri di dekat pintu kaca otomatis, menonjol sendirian di antara pengunjung rumah sakit yang berlalu-lalang. Pria itu tampak sibuk mengecek jam tangannya. Salsa mendekat dengan kening berkerut. "Lho? Katanya nanti sore?" "Kebetulan lewat," jawab Elang datar tanpa menatap mata Salsa, seolah sedang bicara pada tembok. "Sekalian saja. Efisiensi waktu." "Oh. Yaudah, lumayan irit ongkos taksi," sahut Salsa santai. Elang tidak merespons, langsung berbalik badan d

