"Nggak! STOP BAPAK!" jerit Salsa panik sambil menutup kedua matanya rapat-rapat. Gadis itu menahan napas, menenggelamkan kepalanya ke bantal, dan pasrah menunggu serangan bibir suaminya yang sedang kesetanan. Tapi hal yang dia tunggu sama sekali tidak terjadi. Alih-alih merasakan ciuman panas Elang, telinga Salsa malah menangkap suara dering ponsel yang berteriak nyaring dari dalam saku celana pria itu. Salsa membuka sebelah matanya dengan ragu. Dia langsung membuang napas lega yang tertahan di d**a. Terima kasih kepada siapa pun yang menelepon, Salsa merasa baru saja lolos dari kandang singa kelaparan. Di atasnya, Elang mematung. Rahang pria itu mengeras kaku. Urat di lehernya tercetak jelas menahan hasrat yang terpaksa berhenti di tengah jalan. "Sialan," umpat Elang tertahan

