"Em, kamu baik-baik aja, kan, Pak?" tanya Salsa memecah keheningan yang mendadak mencekam itu. Elang menoleh sejenak. Dia menatap istrinya dari atas sampai bawah dengan raut wajah datar yang khas. "Saya merasa sangat sehat. Suhu tubuh saya normal dan tekanan darah saya stabil. Kenapa kamu bertanya seperti itu?" balas Elang sambil meraih pisau dapur. Salsa menelan ludah dengan susah payah. Dia meremas ujung bajunya sendiri di bawah meja. "Ya aneh aja," cicit Salsa pelan. "Tiba-tiba bapak cium pipiku waktu pulang kerja. Bapak lagi akting jadi suami sayang istri? Terus sekarang bapak tiba-tiba mau masakin aku pakai udang segar segala. Bapak lagi nggak kerasukan roh koki yang mati penasaran kan?" Mendengar logika ajaib itu, gerakan tangan Elang yang sedang memotong bawang putih terhenti.

