Kerinduan Elang dan Mimpi Yang Basah

1255 Words

Elang memarkirkan mobilnya di ruang bawah tanah apartemen. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya saat dia berjalan masuk ke dalam lift. Pintu lift terbuka di lantainya dan Elang langsung melangkah menyusuri lorong yang sepi. Dia menempelkan kartu akses pada gagang pintu apartemennya. Terdengar bunyi klik pelan sebelum pintu akhirnya terbuka. Ruangan gelap gulita langsung menyambutnya. Biasanya ada lampu kecil yang dibiarkan menyala di dekat televisi karena Salsa suka menonton drama sampai larut malam. Sekarang gelap total. Elang menyalakan sakelar utama di samping pintu dan cahaya terang langsung memenuhi ruangan. Ruang tamu terlihat sangat rapi. Terlalu rapi malah. Bantal sofa tersusun sejajar persis seperti saat dia pergi bekerja tadi pagi. Tidak ada bungkus camilan sembarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD