Para Penggoda-2

748 Words

Bram tetap santai, memeluk Dita lagi, menciumi ujung bahunya, dan terus menempelkan kecupan kecil di setiap jengkal yang bisa ia jangkau. Malam itu, tawa Dita mengisi kamar mereka. Diselingi bisikan sayang dan decakan manja dari suaminya yang tak pernah bosan jatuh cinta. Di luar, langit Jakarta berkerlip, menyaksikan dua hati yang perlahan membangun rumah mereka, bukan dari dinding bata dan genteng, tapi dari ciuman, perhatian, dan semua percakapan kecil sebelum tidur. Namun tiba-tiba saja, suara ketukan terdengar dari pintu kamar mereka, membuat Dita tersentak kecil. Bram, yang masih memeluk istrinya sambil menggoda dengan ciuman-ciuman kecil di pipi dan pelipis, berhenti seketika. “Maaf, Mbak, Mas Bram…” suara lembut Mbok Rasti terdengar dari balik pintu. “Nuwun sewu… ada tamu. Katan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD