Satu Dua Masalah-2

722 Words

Tubuhnya akhirnya melengkung tajam. Ia pecah, gemetar, bergetar, menyebut nama Verrel dalam bisikan putus-putus yang membuat pria itu menegakkan tubuhnya dan memandanginya. Tasha terbaring telanjang, napasnya tersengal, kulitnya merah muda, basah oleh keringat dan sisa ledakan tadi. Bibirnya menggoda dalam kelelahan, dan matanya… kosong namun penuh makna. Verrel menatapnya seperti seorang pemahat yang akhirnya melihat karyanya hidup. Dan dirinya? Ia mengeras. Sangat keras. Hasratnya menegang, berdenyut, seolah tak sabar untuk menenggelamkan dirinya dalam tubuh perempuan itu. Ia menunduk lagi, mencium Tasha, dan kini bibir mereka menyatu bukan sekadar ciuman. Tapi penyatuan rasa. Tarikan. Gigit kecil. Lidah yang menari. Dan di antara ciuman panjang itu, ia menggesekkan bagian tubuhnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD