“Gue bilang jangan bahas masa lalu.” Varrel mengangkat tangan pelan, ekspresinya tidak berubah. “Fine. Sorry. Gue mandi dulu.” Ia beranjak, berjalan santai menuju kamar mandi. Tapi belum sempat menutup pintu, suaranya terdengar lagi. “Oh ya. Abis ini gue mau ke rumah lo.” Tasha langsung membalikkan badan. “Apa? Buat apa lo ke rumah gue?!” “Ketemu orangtua lo,” jawab Varrel enteng, lalu menutup pintu kamar mandi begitu saja. Tasha terpaku, matanya membelalak. “Gila! Siapa yang nyuruh lo?! Semuanya udah diatur keluarga lo, ngapain masih—” Tapi pintu kamar mandi itu tidak menjawab. Hanya suara air yang mulai menyembur, dan Tasha terdiam sambil mengatupkan giginya. Ia menggeleng pelan, berdiri di depan wastafel dapur dengan d**a bergemuruh. Mau apa si b******n itu ke rumah gue? ****

