Tasha tertawa kecil, hatinya sedikit lebih ringan. Di sela-sela tumpukan strategi dan kenangan masa lalu, selalu ada ruang kecil untuk tawa, dan Maya tahu persis bagaimana membukanya. Mereka pun melangkah keluar bersama, menuju lift, dan dunia bisnis pun sementara ditinggalkan untuk sepiring samgyeopsal hangat dan cerita-cerita lepas tanpa beban. Mereka makan dengan lahap. Asap tipis dari panggangan di tengah meja mengepul naik, menciptakan aroma gurih yang menggoda. Daging babi yang sudah terkaramelisasi sempurna dicecap Tasha dengan pelan, rasa asin-manisnya melebur bersama irisan bawang putih dan saus doenjang. Maya di seberangnya sudah mengambil porsi ketiga, sambil terus bercerita tentang target distribusi ke wilayah Busan dan tanggapan influencer lokal terhadap packaging terbaru Sar

