Mobil hitam mengilap itu akhirnya berhenti di depan mereka. Seorang pria rapi turun, membukakan pintu belakang. Tasha masuk duluan, lalu disusul Varrel yang duduk di sampingnya. Udara dalam kabin terasa hangat, tapi Tasha tetap menghela napas panjang, seperti bersiap untuk sebuah ceramah singkat. “Varrel, tolong jaga kesehatan kamu. Dan, yang lebih penting, jangan lagi ikutin aku. Aku nggak tertarik sama kamu. Tolong hargai aku,” ucapnya tegas, nada suaranya datar tapi matanya menatap lurus ke depan. Varrel hanya terkekeh pelan, tidak menanggapi langsung, membiarkan Tasha mengomel seperti angin yang lewat di telinganya. Ia malah tampak menikmati setiap nada kesal yang keluar dari bibir wanita itu. Butuh beberapa menit sebelum Tasha sadar, arah mobil ini bukan menuju apartemennya. Kening
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


