Tersisihkan-2

727 Words

Dita mengangkat bahu manja, menerima suapan berikutnya. “Sakit sih enggak. Asal abis itu Mas mijitin aku,” jawabnya seenaknya. “Lagian, Rania pernah bilang, morning seks tuh bagus buat kulit.” Bram mengerjap, menatap istrinya yang masih santai mengunyah seperti sedang membaca majalah. “Astaga, sahabatan kamu tuh luar biasa semua.” Dita hanya tertawa pelan, lalu berpaling memandangi jendela. “By the way... Ibu sama Bapak udah balik?” “Belum,” jawab Bram, tangannya mengusap pinggang Dita pelan. “Hujan deras semalam, jadi mereka nginep di rumah saudara sekalian.” Dan di situlah, pikiran Dita kembali melayang ke arah yang tidak suci. Ia menoleh, tatapannya berubah lembut tapi penuh kode. “Berarti... kita masih bisa berduaan?” Bram menatapnya curiga. “Kenapa?” “Dan... ayo mandi bareng,” u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD