Ingin jadi Satu-satunya-2

717 Words

“Daisy yang lapar, Ma,” jawab Rania sambil menyeka keringat di pelipis. Lestari mengambil pisau dan ikut memotong tomat ceri. “Sama di dapur banyak bahan makanan, aku bikinin aja sebelum keburu busuk.” “Kalau rame begini, sekalian aja kamu bungkuskan makan siang untuk Prabu. Antar ke kampus. Biar Daisy nanti Mama dan Papa yang antar les, ya?” Rania menggeleng pelan. “Nggak usah, Ma. Aku yakin Mas Prabu udah makan. Lagipula, hari ini aku pengin habiskan waktu sama Daisy. Masih merasa bersalah... dulu kabur ke Paris pas lagi ribut sama Mas.” Namun sebelum Lestari sempat menimpali, Daisy sudah berseru, “Daisy mau sama Oma dan Opa aja! Ke tempat les! Mau naik mobil Opa yang besar!” Rania menghela napas. “Tumben kamu milih ninggalin Bunda...” “Bunda masak aja buat Ayah!” jawab Daisy riang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD