Pagi yang Kelam-2

701 Words

Rania tersenyum sambil mengusap perutnya yang masih rata, tapi sudah mulai terasa hangat dengan kehadiran kehidupan kecil di dalamnya. “Daisy juga lagi ikut orangtua gue. Jadi pagi ini... bebas sebebas-bebasnya.” Tasha mengangguk cepat. “Minggu ini harus dimanfaatin. Ayo main akhir pekan nanti. Ajak Daisy, gue bawa keponakan gue yang pecicilan itu. Mereka cocok tuh, sama-sama suka bikin kita ngos-ngosan.” Rania mengangguk. “Setuju. Kita bisa main ke taman kota baru itu, yang ada wahana airnya.” Tasha tertawa, lalu memesan jus semangka tambahan sementara Rania minta segelas s**u almond hangat. Mereka mulai mencatat menu brunch favorit baru untuk kafe sambil mencocokkan waktu luang untuk merombak display dekor. Suasana begitu cair dan nyaman, sampai pukul delapan lewat lima menit, sebuah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD