Satu Nama-2

705 Words

“Kevin…?” panggilnya lirih. Ia menunggu, tapi tak ada jawaban. Hanya bunyi lembut AC dan denyut jantungnya sendiri yang terdengar. Tubuhnya masih lemas, tapi ia mencoba duduk. Kepalanya berdenyut, dan tenggorokannya kering. Ia menggapai tas yang terletak di atas sofa, berusaha mencari ponsel, namun layar ponselnya gelap, baterainya mati. “Aku pingsan,” gumamnya pelan. “Mungkin Kevin membawaku ke sini…” Pandangan Dita mengarah ke meja kecil di sisi kanan ranjang. Ada sepiring kudapan elegan yang tampak masih hangat potongan cokelat lembut dengan taburan buah kering dan kacang pistachio. Di sampingnya, sebuah catatan kecil tanpa nama: "Untuk yang terkasih." Senyum tipis tersungging di bibir Dita. Ia mengira semua ini adalah perhatian Kevin. Bahwa lelaki itu membawanya ke kamar hotel maha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD