“Pergi! Kau tidak layak berdiri di sini!” Claire panik, mencoba menahan wanita itu. “Tante, tolong—” Namun Dita justru melangkah maju. “Tante, tolong izinkan saya bicara. Sekali ini saja...” Wanita itu menepis tangan Dita dengan kasar. “Jangan pegang saya seperti itu! Kamu tidak pantas!” Dita kehilangan keseimbangan sebab tepisan itu cukup kuat dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terseret satu langkah mundur—dua—hingga… Brak. Tubuh Dita terjatuh ke bawah tangga, menghantam permukaan tanah dengan keras. Helaan napasnya terputus. Dunia berputar. “DITA!” jerit Claire. Mbok langsung berlari menghampiri, berlutut sambil mendekap kepala Dita yang kini meringis dan memegangi lengan serta pinggangnya. “Ndoro… Ndoro Dita! Ya Gusti... punika piye iki!” (Ndoro... Ndoro Dita! Tuha

