Yogyakarta dan Istimewanya-2

700 Words

Dita tertawa kecil. "Wah, semua sudah dipikirkan, ya, Bu?" gumamnya sambil menggenggam tangan mertuanya lebih erat. "Aku akan bicarakan dengan Mas Bram, nanti malam mungkin. Tapi... idenya indah sekali." Ibu Ayuning hanya tersenyum, memandangi wajah menantunya yang perlahan mulai berubah lebih bercahaya, lebih matang, dan lebih bersinar dari sebelumnya. Tidak lama, langkah kaki Bram terdengar, diiringi aroma udang bakar dan wangi daun jeruk yang terbawa angin malam. Di tangannya, sebuah nampan kayu berisi beberapa piring kecil: udang sambal mangga muda, urap sayuran segar, dan segelas wedang uwuh yang masih mengepul. Ketika Bram mendekat, Ibu Ayuning melirik sekilas lalu mendengus kecil sambil berdiri. "Lha piye... iki kok bucin tenan, Mas Bram. Istrine digendong, saiki disuapi. Yo wis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD