Bulan Madu-3

540 Words

“Bentar, Sayang, Mas harus buka baju dulu buat menggagahi kamu.” Rania menelan salivanya kasar, mendengar suara dibelakang sana, kemudian perlahan dia membalikan tubuh, mengintip lewat ujung mata. Matanya langsung disergap oleh tubuh suaminya yang kini berdiri tanpa busana pula—tegap, gagah, dan memabukkan. Garis d**a yang mengeras, rahang yang mengatup, sorot mata yang kelam namun penuh penguasaan. Prabu menatapnya seperti ingin menelan, bukan hanya menyentuh. Rania nyaris terhuyung. Tubuhnya telanjang, tapi justru pria di depannya yang membuatnya merasa terbuka—terlalu terbuka, terlalu kecil di hadapan keinginan sebesar itu. “Kenapa, Sayang? Kan kamu sering lihat tubuh Mas begini,” ucap Prabu dengan santai dan menarik pinggang Rania mendekat. Air shower mulai turun, mengalir di antar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD