Bukan Rumah Singgah-2

706 Words

Prabu mendongak perlahan. Matanya sembab, tapi bening. "Aku yang harusnya jaga kamu. Jaga anak kita. Tapi kamu malah jagain semuanya sendirian. Terima kasih... udah kasih aku kesempatan buat nebus semuanya. Aku janji, Ra. Aku bakal belajar jadi suami yang benar. Dan gak lagi menyembunyikan apapun dari kamu." Rania menatapnya lama, dan akhirnya menyeka air mata yang masih tersisa di pipi Prabu. "Aku sakit hati, Mas. Sakit banget. Tapi aku juga masih cinta. Jadi tolong... jangan buat aku milih antara harga diri dan rumah tangga. Aku enggak sekuat itu." Prabu mengangguk pelan, menggenggam tangan Rania dan mencium jemarinya penuh hormat. "Aku juga cinta kamu. Gak pernah berhenti. Bahkan waktu kamu bilang benci... aku cuma bisa doa semoga itu belum akhir kita." Lalu, dengan semua luka dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD