Lingerie Tipis-2

720 Words

“Dan dia marah?” “Enggak. Dia nanggapin gue sih, kasih tau apa yang gue mau. Makanya gue jadi tau banyak soal Mireya, soal masalah kampus yang waktu itu Pak Prabu urusin sampai harus berhubungan sama ayahnya Mireya.” Rania menatap Dita penuh analisis. “Lo gak takut? Lo ganggu dosen lo sendiri, ntar lulus S2 lo ditahan loh.” Dita mengangkat bahu, santai. “Bodo amat. Gue juga ngulur waktu, kok. Lo kan tau, gue dihindarin dijodohin sama keluarga gue di Yogya. Sambil nunggu Kevin sukses di luar negeri.” “Kevin. Cowok idealis lo yang entah kapan balik ke Indonesia itu.” Rania menggeleng. “Gila lo.” Tiba-tiba, bel apartemen berbunyi. Dita berjalan ringan ke arah pintu sambil berseru, “Tungguin ya, jangan colong muffin!” Dari kursinya, Rania bisa melihat dengan jelas: pintu terbuka dan soso

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD