Kecanduan-2

702 Words

Dengan hati-hati, ia membaringkan Dita kembali ke kasur, lalu berdiri, melangkah ke jendela dan membuka tirai. Sinar pagi menerobos masuk, menerangi d**a telanjangnya yang masih mengembuskan sisa hangat. Dita yang duduk terdiam di ranjang hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan. Ya Tuhan... kenapa gue gak langsung kabur?! Ia lompat turun dan kabur ke luar kamar, tanpa suara, langsung menuju dapur. Tangannya gemetar sedikit saat mulai menyusun bubur, menuangkan jus, dan membereskan nampan sarapan. Seolah makanan bisa menyapu bersih rasa panas yang masih tersisa di kulitnya. Beberapa menit kemudian, Bram menyusul. Kini mengenakan kaus abu tipis dan celana longgar. Wajahnya masih pucat, tapi langkahnya lebih stabil. “Dita...” ucapnya pelan. Ia berdiri di ambang pintu dapur, tidak langsun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD