Rumah Penghukuman-3

675 Words

Waktu berlalu tanpa terasa. Saat kereta melambat memasuki Stasiun Tugu Yogyakarta, jam menunjukkan pukul dua siang. Dita baru saja menguap kecil dan membenarkan posisi duduk ketika Bram menarik koper mereka dari rak atas. Nadira sudah menuruni tangga gerbong lebih dulu, berlari kecil menyambut sopir keluarga yang sudah menunggu sejak siang. Sopir dari Ibu Jayeng membuka pintu mobil hitam elegan, menyambut mereka dengan hormat. Di tengah panas kota Yogya yang familiar, Dita justru merasa tubuhnya lebih lengket ke Bram dari sebelumnya. Bukan hanya karena cuaca, tapi karena selama enam jam tadi… ia terlalu nyaman berada dalam pelukannya. Nadira sendiri duduk di depan bersama sopir keluarga mereka—Pak Darto, pria paruh baya yang sudah puluhan tahun mengabdi pada keluarga besar Jayeng. Ia meli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD