Pacar Palsu Vs Cinta Pertama-3

863 Words

Begitu pagi menjelang, Rania sudah terjaga sebelum alarm berbunyi. Matanya masih berat, tapi hatinya penuh semangat—entah karena ingin cepat-cepat menemui Daisy, atau ingin kabur dari segala pertanyaan Papa yang biasanya dimulai dari “skripsi sampai mana?” Setelah mandi kilat dan berdandan seadanya, ia menyambar tas dan jelly yang sudah dia simpan rapi di kotak pendingin mini. Ketika hendak menyelinap turun, suara Mama menyambutnya dari ruang makan. “Makan dulu, Rania.” “Lagi dikejar skripsi, Ma,” elaknya cepat sambil terus melenggang ke pintu. Tujuan pertamanya: Ruang Rasa, kafe kebanggaan yang dirintis bersama Dita dan Tasha. Meski kafe belum buka, dua sahabatnya itu sudah duduk di dalam, sibuk menata meja untuk acara malam nanti. “Cieee yang udah berduaan sama Pak Rektor…” sapa Tas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD