Hati yang Terbakar-2

705 Words

“Udah…” sahut Rania pelan, nyaris seperti bisikan karena jantungnya mulai berdetak cepat. Rania sampai heran kenapa setakut itu pada Prabu sampai jantungnya susah dikendalikan. Iya! Takut tidak lulus! Prabu menunduk dan mencium pipi Daisy dengan lembut. Gerakan kecil itu hampir menyentuh d**a Rania yang refleks menahan napas dan memalingkan wajah. “Eh, tadi saya makan bekal yang kamu bawa…” ujar Prabu sambil membenarkan rambut anaknya. “Makasih banyak.” Rania berdehem, berusaha menjaga ekspresinya. “Udah gak marah lagi, Pak?” Prabu melirik ke arahnya, senyum tipis di sudut bibirnya. “Karena apa? Ciuman kamu?” Rania menegang. “Ih, Bapak juga cium saya ya!” “Yaudah, impas ‘kan?” goda Prabu, nada suaranya nyaris terlalu tenang. “Pak serius ih,” desis Rania malu. “Saya beneran minta maa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD