“Biar saya ambil tisu! Tunggu!” Rania bergegas meraih tisu dan kotak P3K mini dari tasnya, wajahnya berubah serius. “Kenapa sih gak hati-hati?! Ini dalam banget, Pak!” **** Langkah kaki kecil dan besar berjalan berdampingan menyusuri jalur setapak yang teduh, diapit pepohonan rindang dan suara alam yang lembut mengisi udara. Cahaya matahari menembus celah dedaunan, menciptakan kilau keemasan yang menari-nari di permukaan tanah. Rania menggandeng tangan mungil Daisy, sementara Prabu berjalan di sisi mereka dengan tenang, sesekali menoleh ke arah anak dan perempuan yang belakangan terlalu sering mengisi pikirannya. Mereka berhenti di setiap kandang—gajah, jerapah, harimau, burung-burung warna-warni. Daisy menunjuk, tertawa, berlari kecil lalu kembali meraih tangan bundanya. Matanya memant

