Ketidakpastian-2

1177 Words

Perempuan itu menoleh setengah, tersenyum ringan sambil berjalan menghampiri. “Iya nih, Pak. Do’ain aja semoga cepet dapet jodoh. Hahaha.” “Lah malah ketawa,” Prabu menyambut mangkuk yang disodorkan. “Emang cowok kayak gimana yang kamu mau?” Rania duduk, merapikan sendok dan sumpit di depannya. “Ya... yang saya suka lah. Dan yang gak... mesum.” Nada suara terakhir itu terdengar tajam. Prabu sempat terdiam beberapa detik. Lalu angkat bahu pelan, mencoba santai. “Rania, tentang malam itu… Saya kan mabuk. Saya minta maaf sebesar-besarnya.” Rania tidak langsung menjawab. Dia menyendok kuah perlahan sebelum bergumam pelan. “Bapak juga gak maafin saya waktu saya gak sengaja ngelakuin hal aneh.” “Kayak pegang punya saya?” potong Prabu cepat, nada suaranya tenang namun menusuk. “Pak!” seru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD