Hati yang Membingungkan-2

1190 Words

**** Hari demi hari ke depannya, Rania mendapati dirinya semakin sering menghabiskan waktu bersama Prabu. Tentu bukan karena inisiatif pribadi—melainkan karena 'pemaksaan halus' dari pria itu. "Ra, kalau gak kerjain sekarang, saya males besok-besoknya dah. Mana kamu pahamnya lama banget, nanti mau ditatar pas sidang?" Atau kalimat pamungkasnya, "Ayoklah, kerjakan skripsi. Masa mau menggantung terus sampai rambut saya putih?" Suka tidak suka, Rania terpaksa mengikuti. Tapi untungnya, pengerjaan skripsi itu tidak melulu di apartemen. Prabu selalu punya akal—entah di rooftop hotel sambil menikmati sunset, di tepi danau kecil pinggiran kota, atau di sudut cafe yang disulap menjadi ruang kerja privat. Kadang mereka hanya berdua, kadang bersama Daisy yang tak pernah kehabisan tawa. Dan mesk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD