"Ayahhh!" teriak Daisy antusias dari ruang makan, suaranya memantul riang ke seluruh sudut rumah. Anak lima tahun itu duduk manis di kursi tinggi dengan serbet di pangkuannya, sambil melambaikan tangan kecilnya saat Prabu turun dari tangga. "Mbak bikin bacon ma telul enak banetttt!" "Wah, ayah juga mau coba dong," ujar Prabu sambil tersenyum hangat dan duduk di samping putrinya. Ia menyuapkan satu potong telur gulung dari piring Daisy, dan langsung mengangguk puas. "Ohh iya... enak banget!" "Yeayyyyy!" Daisy tepuk tangan riang. Anak itu kemudian kembali serius menyantap makanannya, mulutnya sibuk mengunyah sambil sesekali bergumam sendiri tentang rumput, taman, dan sesuatu yang tak jelas, pikiran khas balita yang meloncat-loncat tanpa batas. "Daisy suka nggak tempat ini?" tanya Prab

