Pelukan Hangat-2

948 Words

Dia melompat lagi, kali ini sambil memeluk bantal seolah Prabu ada di sana. “Ya ampun, akhirnya gue dilamar… gue dilamar, gue dilamar!” teriaknya dalam versi bisik-bisik yang tercekik karena terlalu bahagia. Namun jika dipikirkan kembali Rania benar-benar ingin mengubur diri dalam-dalam. Rasanya baru saja ia menari di ambang mimpi indah, lalu diseret kembali ke tanah oleh kenyataan: dirinya, dalam versi paling memalukan, dilihat langsung oleh pria yang baru saja melamarnya. Astaga. Ingin menenggelamkan diri dalam laut garam. Maka Rania membungkus dirinya rapat-rapat dalam selimut seperti ulat kepompong yang patah hati, bergumul dengan pikirannya sendiri. Apa Prabu masih tetap mau dengan perempuan setengah gila sepertinya? Menit demi menit berlalu, hampir setengah jam Rania meringkuk di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD