Pukul 02.15 dini hari, Aleeya terbangun dengan rasa tidak nyaman di perutnya. Awalnya dia pikir itu hanya karena posisi tidur yang salah. Dia mengubah posisinya ke samping kiri, tapi rasa sakit itu malah semakin terasa. "Ugh," erangnya pelan, berusaha tidak membangunkan Kaivandra yang tidur lelap di sampingnya. Namun lima menit kemudian, rasa sakit itu datang lagi—kali ini lebih intens. Aleeya memegang perutnya erat-erat, nafasnya mulai terengah. "Mas," bisiknya sambil mengguncang bahu Kaivandra pelan. Kaivandra masih terlelap. Aleeya mengguncangnya lebih keras. "Mas Kai, bangun." Kaivandra menggeliat dan membuka mata perlahan. "Ada apa, Sayang? Kenapa belum tidur?" "Perutku sakit banget," jawab Aleeya dengan suara bergetar. Mendengar nada suara isterinya, Kaivandra langsung terjag

